Laman

Minggu, 20 Mei 2012

Hari Esok


Angkat tanganmu sentakkan kakimu
Ayolah kawan teruslah melangkah
Untuk menggapai hari esok
Yang lebih baik

Janganlah berputus asa
Jalan tak selamanya kelam
Mimpi kan jadi nyata
Yakinlah oh yakinlah

Bulatkanlah tekad raih mimpimu
Teguhkan langkahmu
Kita kan pasti meraihnya
Yakinlah oh yakinlah

Kita kan terus melangkah
Hadapi dengan semangat membara
Untuk hari esok yang bercahaya
Yakinlah oh yakinlah

Rabu, 01 Februari 2012

Anak Desa

Aku bukan siapa-siapa
Aku hanyalah anak desa
Yang tersesat di sebuah kota
Tidak tahu arah pulang
Disinilah aku menatap langit
Kehilangan arah dan tujuan
Kemanakah aku harus melangkah
Kemanakah aku harus pergi
Aku tidak bisa mengerti
Apa yang telah terjadi
Aku hanya bisa diam
Dan tak bisa berkata
Aku hanyalah anak desa
Tidak punya apa-apa
Hanya sebuah mimpi hidup
Dalam menapaki jalan ini
Aku hanyalah anak desa
Kehilangan arah dan tujuan
Tidak tahu jalan pulang
Hanya bisa menatap langit
Masihkah ada harapan untukku
Masihkah ada yang peduli
Memberikan arah dan tujuan
Untuk anak desa ini
Namun semua hanyalah kenangan
Yang tidak perlu dikenang
Mungkin ini sudah nasib
Aku sebagai anak desa

Rabu, 16 November 2011

Huruf

Mungkin aku tak mengerti arti kata

Mungkin aku tak mengerti arti cerita

Namun waktu tak pernah kembali

Selalu pergi tanpa memberi kata dan cerita

Biarlah semua berlalu dan pergi

Biarkan tanpa kata dan cerita

Biarkan aku mulai dari huruf

Huruf yang tak kukenal dan tak kupahami

Hidup mengajariku hal yang berbeda

Hidup memberiku sesuatu yang berbeda

Hidup adalah sesuatu yang unik

Tak dapat kumengerti dan kupahami

Semua berlalu begitu saja

Hanya menyisakan bayang-bayang

Bayang-bayang yang tak terlihat

Apakah ini mimpi atau bukan

Aku masih belum bisa mengerti

Atau memang hidup seperti ini

Untuk mengerti semua ini

Mungkin aku harus merangkai huruf

Menjadi sebuah kata yang indah

Dalam cerita yang syahdu

Dalam menapaki jalan ini

Jalan yang menjadi takdirku

Selasa, 15 November 2011

Kupu-Kupu

Wahai kupu-kupu
Kenapa kau masih disini
Kenapa masih mengitari tempat ini
Apa yang kau cari
Apa yang kau inginkan
Bunga itu telah tiada
Bunga itu telah di petik orang
Dia tidak disini lagi
Dia telah pergi untuk selamanya
Wahai kupu-kupu
Terbanglah ke taman khatulistiwa
Disana banyak bunga yang indah
Ada mawar, melati dan sebagainya
Wahai kupu-kupu
Terbanglah yang tinggi ke angkasa
Kau akan melihat dunia yang lebih luas
Kau akan menghirup udara yang segar
Wahai kupu-kupu
Lupakanlah tentang bunga itu
Dia telah menempuh jalan yang berbeda
Dia tidak mau bersamamu lagi
Wahai kupu-kupu
Biarkanlah semua itu berlalu
Bukalah lembaran dunia yang baru
Untuk menjalani hidup yang lebih berarti
Wahai kupu-kupu
Biarkanlah dia pergi
Biarkan dia belajar kehidupan
Wahai kupu-kupu
Dengarkanlah getaran hati nuranimu
Dunia ini hanyalah ilusi
Semoga mendapat petunjuk dari Ilahi

Minggu, 02 Oktober 2011

Alunan Nada

Suara seruling mengalun membelai
Merambah berjalan dalam nada
Mengalir dalam lantunan udara
Mengawan membubung ke angkasa
Suara merangkak memenuhi bukit
Memutar mengisi seluruh lembah
Terdengar nyaring dentuman lagu
Mengiringi mengawali hembusan suara
Alunan nada terdengar jernih
Mengikis membelai penuh makna
Memecah memenuhi udara bebas
Bersatu bergemilau dengan kata
Membeku menyatu dalam lantunan
Mengantar mengiring keindahan nada
Menyusuri bersama dengan lagu
Dalam menemani keheningan malam

Untuk Kekasih

Angin malam yang indah

Aku ingin selalu bersamaMU

Dalam setiap detik

Hingga sang mentari pun bersinar

Walaupun hanya KAU dan aku

Namun selalu terasa bahagia

Hangat terasa dalam dada

Hingga sampai kedalam hati

Malam ini bintang bersinar terang

Menerangi alam yang indah

Membuka cahaya dalam sanubari

Menapaki jalan yang lurus

Malam yang indah

Dibawah sinar rembula…

Surat Untuk Kekasih part (III)

Aku tak tahu apa yang harus aku katakan
Aku pun tak tahu apa yang kutulis
Namun tangan ini yang menuntunnya
Aku tak begitu mengerti
Tapi mungkin ini maksudnya
Tak ada yang lain selain kata maaf yang tulus dari hati yang terdalam
Mungkin kau tidak menyangka atau tidak menyadari
Tapi itulah yang sesungguhnya
Dari hati yang terdalam kualunkan kata maaf yang tulus
Karena selama ini aku tidak pernah mengerti tentangmu
Tak bisa berbuat apaapa
Hanya pembawa beban
Aku memang tidak pantas untuk mengatakannya
Namun tak kuasa diri ini untuk menahannya
Untuk mengurangi beban dan fikiran
Walaupun harus terpaksa aku mengatakannya
Aku memang tak berarti
Tak bisa memberikan yang terbaik
Aku sadar mungkin ini hanya siasia
Tapi Tuhan Maha Tahu
Tahu tentang hambaNya
Biarlah waktu menjadi penentu jalanku
Toh, Tuhan Maha Berkehendak
Anggap saja ini hanya cerita yang berlalu dan tidak bermakna
Anggap saja tidak pernah terjadi
Dan lupakan memori tentangku
Aku tak pantas ada dalam fikiranmu
Aku tak semestinya ada disana
Aku hanya mengotori saja
Aku hanya pembawa beban dan tak berarti
Pantas untuk dilupakan
Hapus dan lupakanlah memori tentang aku
Jangan di ukir kembali
Aku hanya pembawa malapetaka
Pembawa sial yang patut untuk dilupakan
Jalanilah apa yang kau jalani
Aku hanya ingin kau tenang dalam pilihanmu
Tanpa beban fikiran dan perasaan
Maafkan daku telah mengganggu jalan hidupmu
Jalan yang kau dambakan
Sekarang kau dapat menjalaninya tanpa beban dan masalah
Biarkan aku sendiri menapaki jalanku
Jangan hiraukan aku
Aku memang pantas menapaki jalan yang berlubang dan berliku
Biarlah ini kuanggap sebagai warna kehidupan
Warna yang menghiasi harihariku
Karena demikian aku dapat merasakan indahnya pelangi dalam hatiku
Pelangi yang selalu memberikan warna
Hapuslah daku dalam memorimu
Karena aku hanya selalu mengecewakanmu
Menjadi penghambat jalan yang kau tempuh
Hanya penghambat yang tak berarti
Biarkan aku sendiri yang menjalani harihariku
Dalam setapak yang berduri
Ini semua likuliku
jalanan yang harus aku jalani
Biarlah aku sendiri yang meretas jalan yang berliku
Aku akan terima apa yang menjadi jalanku
Mungkin ini yang terbaik bagiku
Karena Tuhan Maha Baik kepada hambaNya
Walaupun hambanya ini berlumuran dosa dan kepedihan
Maafkanlah daku
Selama ini aku tidak pernah jujur dalam hatiku
Biarkan hanya Tuhan yang tahu
Yang mengetahui isi hati Hambanya
Aku tak pantas dan tak kuasa untuk mengatakan itu
Biarkan aku sendiri yang menyimpannya
Aku memang pengecut dan tak berbudi
Hanya dapat bersua dalam kegelapan
Tak dapat berkata dan berbuat
Biarkan aku sendiri dalam kegelapan
Tanpa cahaya dari permataku
Sekali lagi
Hapuslah daku dalam memorimu
Karena itu hanya akan memberikan duka bagimu
Jangan di ukir kembali
Biarkan aku sendiri dalam kegelapan
Bersama mimpimimpiku
yang tak pernah terjadi
Walaupun dengan berat hati
Namun aku harus mengatakannya
Walaupun aku masih merindukan cahaya Rembulan
Namun aku harus mengatakannya
Sudah tak kuasa lagi aku menahannya
Maafkanlah daku atas semua ini
Mungkin kau tidak menduga dan tidak mengira
Namun waktu terus berjalan
Dan tak akan pernah kembali untuk selamanya
Hapuslah daku dalam memorimu
Aku tak pantas ada disana
Lupakanlah daku
Anggap saja angin yang berlalu
Anggap saja tidak pernah terjadi
Dan tidak akan pernah terjadi
Biarkan hilang ditelan bersama waktu
Karena aku bukanlah orang yang baik
Seperti yang kau kira
Aku hanya pengecut dan tak bermoral
Tidak pernah mengerti tentang kehidupan dalam satu kata
Orang baik itu hanya ada dalam fikiranmu
Yang terjadi hanyalah bayangbayang
ilusi dari fikiranmu
Apa yang kau lihat hanyalah kenistaan
Yang kau lihat hanyalah kebohongan semata
Karena pribadi itu jauh disana
Tak pernah tampak oleh mata
Hanya orang tertentu yang dapat melihatnya
Yang tampak hanyalah kehidupan semu
Yang akan hilang ditelan waktu
Mungkin cukup sampai disini
Aku tak mengerti tentang apa yang aku tulis
Karena tangan ini sendiri yang bergerak
Namun itu harus aku katakan
Pengen Juga Punya Web Seperti ini Hub. +6282136494745